ANTROPOLOGI
A. Pengertian dan Ruang Lingkup Antropologi
Istilah antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti maberarti ilmu. Para antropologi sering mengemukakan antropologi merupakan studi tentang umat manusia dan prilakunya, dan untuk memperolah pengertian atupnusia dan logos un pemahaman yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.
Secara khusus ilmu antropologi terbagi kedalam 5 sub ilmu yang mempelajari :
1. Masalah asal dan perkembangan manusia secara biologis
2. Masalah terjadinya aneka ragam ciri fisik manusia
3. Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran aneka ragam kebudayaan manusia
4. Masalah terjadinya perkembangan dan persebaran aneka ragam bahasa yang diucapkan di seluruh dunia
5. Masalah mengenai asas-asas dari masyarakat dan kebudayaan manusia dari aneka ragam suku bangsa yang tersebar di seluruh dunia masa kini.
1. Antropologi fisik
Mempelajari manusia sebagai organisme biologis yang melacak perkembangan manusia menurut evolusinya dan menyelidiki variasi biologisnya dalam berbagai jenis.
2. Antropologi budaya
Memfokuskan perhatiannya pada kebudayaan manusia ataupun cara hidupnya dalam masyarakat. Antropolgi budaya lebih menekankan kepada 4 aspek yang tersusun :
a. Pertimbangan politik
b. Menyangkut hubungan kebudayaan dengan kekuasaan
c. Menyangkut bahasa dalam antropologi budaya
d. Preferensi dan pemikiran individual dimana terjadi hubungan antara jati diri dan emosi.
Seperti yang telah dikemukakan diatas, cabang antropologi budaya ini dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
a. Arkeologi
Adalah cabang antropologi kebudayaan yang mempelajari benda-benda peninggalan lama dengan maksud untuk menggambarkan serta menerangkan prilaku manusia karena dalam peninggalan-peninggalan lama itulah terpantul ekspresi kebudayaannya.
b. Antropologi linguistik
Ernest cassirer mengatakan bahwa manusia adalah mahluk yang paling mahir dalam menggunakan simbol-simbol sehingga manusia disebut homo symbolicum. Disinilah antropologilinguistik berperan. Ia merupakan deskripsi suatu bahasa maupun sejarah bahasa yang digunakan.
c. Etnologi
Pendekatan etnologi adalah etnografi, lebih memusatkan perhatiannya pada kebudayaan-kebudayaannya zaman sekarang, telaahnya pun terpusat pada prilku manusia, sebagaimana yang dapat disaksikan langsung, dialami serta didiskusikan dengan pendukung kebudayaannya.
Hanya dengan mempelajari mekanisme, struktur, serta sarana-sarana diluar diri manusia, yakni alat yang digunakan manusia untuk mentransformasikan dirinya sendiri,dapat kita ketahui alasan perbedaan keyakinan, nilai, prilaku,dan bentuk sosial antara kelompok satu dengan yang lainnya.
Secara keseluruhan, yang termasuk bidang-bidang khusus secara tematis dalam antropologi lainnya,selain antropologi fisik dan kebudayaan adalah :
1. Antropologi ekonomi
Bidang ini merupakan cara manusia dalam mempertahankan dan mengekspresikan diri melalui penggunaan barang dan jasa material.
Ruang lingkup antropologi ekonomi tersebut mencakup riset tentang teknologi,produksi,perdagangan. Konsumsi,serta tinjauan tentang berbagai bentuk pengaturan sosial dan ideologis manusia untuk mendukung kehidupan materi manusia.
2. Antropologi medis
Antropologi medis ini banyak membahas hubungan antara penyakit dan kebudayaan yang tampak mempengaruhi evolusi manusia tertuma berdasarkan hasi-hasil penemuan paleopatologi. Begitu luasnya ruang lingkup antropologi medis ini, sampai sekarang tiadak mudah untuk mendefinisikan subjek kajiannya.
3. Antropologi psikologi
Bidang ini merupakan wilayah antropologi yang mengkaji tentang hubungan antara individu dengan makna dan nilai dengan kebiasaan sosial dari sistem budaya yang ada.
4. Antropologi sosial
Dalam kajiannya, antropologi sosial mendeskripsikan proyek evolusionis yang bertujuan merekontruksi masyarakat primitif asli dan mencatat perkembangannya melalui berbagai tingkat peradaban.
B. Pendekatan, Metode, Teknik, Ilmu Bantu, dan Jenis Penelitian Antropologi
Menurut Gopala, sarana dalam ilmu antropologi,sedikitnya ada 4 macam penelitian komparatif, yaitu
1. Penelitian komparatif dengan tujuan menyusun sejarah kebudayaan manusia secara inferesial
2. Penelitian komparatif untuk menggambarkan suatu kebudayaan
3. Penelitian komparatif untuk taksonomi kebudayaan
4. Penelitian komparatif untik menguji korelasi-korelasi antar unsur, antar pranata, dan antar gejala kebudayaan untuk membuat generalisasi-generalisasi mengenai tingkah laku manusia pada umumnya.
Kemudian jika dilihat dari beberapa ilmu yang merupakan bagian dalam ilmu antropologi, menurut Koentjaratningrat mencakup 5 disiplin ilmu, yaitu
1. Paleoantropologi
Merupakan ilmu tentang asal usul atau soal terjadinya evolusi makhluk manusia dengan mempergunakan bahan penelitian melalui sisa-sisa tubuh yang telah membatu, atau fosil-fosil manusia dari zaman ke zaman yang tersimpan dalam lapisan bumi dan didapat dengan berbagai penggalian.
2. Antropologi fisik
Merupakan bagian ilmu antropologi yang mempelajari suatu pengertian tentang sejarah terjadinya aneka warna makhluk manusia jika dipandang dari sudut ciri-ciri tubuhnya, baik lahir maupun sifat bagian dalam.
3. Etnolinguistik atau antropologi linguistik
Suatu ilmu yang berkaitan erat dengan ilu antropologi, dengan berbagiai metode analisis kebudayaan yang berupa daftar kata-kata, pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dari beratus-ratus bahasa suku bangsa yang tersebar di berbagai tempat dimuka bumi ini.
4. Prehistori
Merupakan ilmu tentang perkembangan dan penyebaran semua kebudayaan manusia sejak sebelum manusia mengenal tulisan atau huruf
5. etnologi
Merupakan bagian ilmu atropologi tentang asas-asas manusia , mempelajari kebudayaan-kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dari bangsa-bangsa tertentu yang tersebar dimuka bumi ini pada masa sekarang.
C. Tujuan dan Kegunaan Antropologi
Setiap antropologi yang memulai penelitian lapangan perdana nya, pada umumnya mencari suatu bangsa atau kelompok yang belum pernah di teliti. Tujuannya sudah jelas adalah untuk memperluas arena perbandingan di samping untuk merekam berbagai budaya sebelum budaya-budaya itu lenyap.
Antropologi memang merupakan studi tentang manusia. Ia tidak hanya sebagai suatu disiplin ilmu yang bersifat akademis tetapi juga merupakan suatu cara hidup yang berusaha menyampaikan kepada para mahasiswa apa yang telah diketahui orang.
Antropologi fisik memusatkan perhatiannya pada manusia sebagai organisme biologis yang tekanannya pada upaya melacak evolusi perkembangan manusia dan mempelajari pariasi-pariasi biologis dalam spesies manusia. Sedangkan Antropologi budaya berusaha mempelajari manusia berdasarkan kebudayaan nya.
Selain itu, antropologi bermaksud mempelajari umat manusia secara objektif, paling tidak mendekati objektif dan sistematis. Sedangkan data yang digunakan ahli antropologi dapat berupa data dari suatu masyarakat atau studi komparatif diantara sejumlah besar masyarakat.
D. Hubungan Antropologi dengan Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya
1. Hubungan antropologi dengan sosiologi
Objek kajian sosiologi adalah masyarakat manusia terutama dari sudut hubungan antar manusia dan proses-proses yang timbul dari hubungan manusia dalam masyarakat.
2. Hubungan antropologi dengan psikologi
Hal itu tampak karena dalam psikologi pada hakikatnya mempelajari prilaku manusia dan proses-proses mentalnya. Dengan demikian, psikologi membahas faktor-faktor penyebab prilaku manusia secara internal, seperti motifasi, minat, sikap, konsep diri, dan lain-lain. Sedangkan dalam antropologi, khususnya antropologi budaya lebih bersifat faktor eksternal, yaitu lingkungan fisik, lingkungan keluarga, dan lingkungan sosial dalam arti luas.
3. Hubungan antroplogi dengan ilmu sejarah
Konsep-konsep tentang kehidupan masyarakat yang di kembangkan oleh antropologi dan ilmu-ilmu sosial alinnya, akan memberi pengertian banyak kepada seorang ahli sejarah untuk mengisi latar belakang dari peristiwa polotik dalam sejarah yang menjadi objek penyelidikannya.
4. Hubungan antropologi dengan ilmu geografi
Antropologi berusaha menyelami keanekaragaman manusia jika dilihat dari ras, etnis, maupun budayanya.
5. Hubungan antropologi dengan ilmu ekonomi
Seorang ahli ekonomi yang akan membangun ekonomi di negara-negara, tentu akan memerlukan bahan komparatif mengenai, misalnya sikap terhadap kerja, sikap terhadap kekayaan, sistem gotongroyong, dan sebagainya yang menyangkut bahan komparatif tentang berbagai unsur dari sistem kemasyarakatan di negara-negara. Untuk pengumpulan keterangan komparatif tersebut, ilmu antropologi memiliki manfaat yang tinggi bagi seorang ekonom.
6. Hubungan antara antropologi dengan ilmu politik
Agar dapat memahami latar belakang dan adat istiadat tradisional dari suku bangsa itulah maka metode analisis antropologi menjadi penting bagi seorang ahli ilmu politik untuk mendapat pengertian tentang tingkahlaku dari partai politik yang di telitinya.
E. Objektifitas Dalam Antropologi
Masalah lama dalam ilmu-ilmu sosial yang belum terpecahkan sampai sekarang adalah mengenai kesenjangan peneliti. Barangkali soal inilah yang paling sulit dan menjadi kendala, terutama dalam antropologi karena dalam cara pengumpulan data dasarnya yang rumit dalam persoalan tersebut. Secara tradisional menurut David Kapplan dan Albert A Manners, antropologi berkecimplung selama satu tahun atau lebih dalam kancah suatu budaya yang eksotik yang dipelajarinya, mengamati lembaga-lembaga, pranata, dan cara hidup.
F. Sejarah Perkembangan Antropologi
Dalam sejarah lahirnya antropologi, perkembangan ilmu tersebut melalui suatu tahapan yang panjang. Koentjaraningrat memaparkan bahwa lembaga-lembaga antropologi etnologi merupakan awal lahirnya antropologi.
Jika disimak tentang perkembangan ilmu-ilmu bagian antropologi, boleh jadi etnografi merupakan bagian yang paling sukses dalam antropologi sosial dan budaya. Akan tetapi apa sebenarnya manfaat yang dapat di petik dari studi-studi etnografi yang umumnya menangani komunitas-komunitas kecil terasing itu ? menurut Kuper ada 4 jawaban, yaitu:
1. Menurut pemikiran evolusionistis, orang-orang yang di anggap primitif itu secara kesejarahan dapat memberikan pemahaman tentang cara hidup nenek moyang manusia.
2. Melihat gambaran ilmu-ilmu sosial, banyak ahli antropologi berpendirian bahwa penelitian dan perbandingan etnografi akan memudahkan perkambangan ilmu sosial yang benar-benar universal, menyentuh umat manusia, dan tidak membatasi diri pada studi-studi tentang masyarakay modern barat.
3. Sejumlh ahli antropologi yang dipengaruhi oleh etnologi dan kemudian sosio biologi, meyakini bahwasannya etnografi komparatif akan mengangkat unsur- unsur kemanusiaan yang universal.
4. Para humanis yang acap kali skeptis terhadap generalisasi-generalisasi mengenai prilaku manusia, berpendapat bahwa pemahaman terhadap kehidupan yang asing itu sendiri akan banyak gunanya.
G. Konsep-Konsep Antropologi
Konsep kebudayaan yang paling umum, paling tidak terdapat 7 kelompok pengertiaan kebudayaan, yaitu :
1. Kelompok kebudayaan sebagai keseluruhan kompleks kehidupan manusia
2. Kelompok kebudayaan sebagai warisan sosial atau tradisi
3. Kelompok kebudayaan sebagai cara dan aturan termasuk cita-cita, nilai-nilai, dan kelakuan.
4. Kelompok kebudayaan sebagai keterkaitan dalam proses-proses psikologis.
5. Kebudayaan sebagai struktur atau pola-pola kebudayan
6. Kelompok kebudayaan sebagai hasil perbuatan atau kecerdasan manusia
7. Kelompok kebudayaan sebagai sistem simbol.
Adapun yang merupakan contoh konsep antropologi di antaranya,
1. Kebudayaan
2. Evolusi
3. Culture area
4. Enkulturasi
5. Difusi
6. Akulturasi
7. Etnosentrisme
8. Tradisui
9. Ras dan etnik
10. Stereotip
11. Kekerabatan
12. Magis
13. Tabu
14. Perkawinan
H. Generalisasi-Generalisasi Antropologi
1. Kebudayaan
Dalam mengapresiasi budaya bangsa, setiap kebudayaan di samping memiliki kelemahan juga memiliki keunggulan.
2. Evolusi
Evolusi tidak terbatas pada bidang biologi saja, melainkan meluas pada bidang sosial dan kebudayaan
3. Culture area
Pertumbuhan kebudayaan menyebabkan timbulmnya unsur-unsur baru yang akan mendesak unsur-unsur budaya lama ke arah pinggir, sekeliling daerah pusat pertumbuhan budaya itu
4. Enkulturasi
Proses enkulturasi seseorang terhadap budaya orang lain itu di perlukan
5. Difusi
Orang dapat saja beranggapan bahwa dengan meluasnya unsur-unsur budaya menyimpulkan bahwa telah terjadi proses difusi budaya
6. Akulturasi
Perpaduan dua budaya tanpa menghilangkan budaya aslinya.
7. Etnosentrisme
Penilaian yang baik terhadap sikap-sikap dan pola kebudayaan kelompoknya sendiri.
8. Tradisi
Aktivitas kebudayaan yang bermaksud untuk memuaskan suatu rangkaian dari sejumlah kebutuhan naluri makhluk manusia yang berhubungan dengan seluruh kehidupannya.
9. Ras dan etnik
Ras merupakan suatu konsep biologi yang valid. Sedangkan konsep etnik lebih merujuk kepada kesatuan-kesatuan sosial dalam sistem sosial.
10. Stereotip
Berkembangnya prasangka dan stereotip antar etnik yang terjadi di indonesia akan memperlemah rasa persatuan dan kesatuan bangsa indonesia
11. Kekerabatan
Ikatan ibu dan anak dapat diamati dan dinilai secara universal, tetapi peranan ayah maupun ibu dalam masyarakat tradisional sangatlah bervariasi.
12. Magis
Magis memang kejam, jahat dan mudah disalah gunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan
13. Tabu
Dalam pandangan kaum fungsionalis, tabu memilki nilai-nilai kegunaan yang perlu dijaga oleh masyarakat dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya.
14. Perkawinan
Untuk mengatur proses pemilihan pasangan dan perkawinan memiliki norma yang begitu kompleks.
I. Teori-Teori Antropologi
1. Teori orientasi nilai budaya
a. Dalam kaitannya dengan makna hidup manusia.
b. Berkenaan dengan hubungan manusia dengan alam sekitarnya.
c. Dalam kaitannya dengan persepsi manusia dengan waktu.
d. Dalam kaitannya dengan makna dari pekerjaan.
e. Dalam kaitannya dengan hubungan antar sesama manusia.
2. Teori evolusi sosiokultural
a. Evolusi sosiokultural meliputi seluruh sistem sosiokultural maupun komponen-komponen yang terpisah dari sistem tersebut.
b. Evolusi sosiokultural bukanlah proses tunggal.
c. Perbedaan tersebut dapat dirinci sebagai evolusi paralelel, evolusi konvergen, dan evolusi divergen.
d. Evolusi paralel, merupakan evolusi yang terjadi dalam dua atau lebih sosiobudaya tang berkembang dengan cara yang sama dan dengan tingkat yang pada dasarnya sama.
e. Evolusi konvergen, terjadi ketika berbagai masyarakat berbeda perkembangannya, namun akhirnya mengikuti pola yang serupa kemajuannya.
f. Evolusi divergen, terjadi ketika berbagi masyarakat yang semula mengikuti banyak persamaan yang serupa, namun akhirnya mencapai tingkat perkembangan yang jauh berbeda.
3. Teori evolusi kebudayaan
a. Zaman liar tua
b. Zaman liar madya
c. Zaman liar muda
d. Zaman barbar tua
e. Zaman barbar madya
f. Zaman barbar muda
g. Zaman peradaban purba
h. Zaman peradaban masa kini
4. Teori evolusi animisme dan magic
a. Animisme adalah suatu kepercayaan pada semua benda.
b. Asal mula religi adalah kesadaran manusia akan adanya jiwa
c. Manusia memecahkan beberapa persoalan hidupnya selalu dengan akal dan sisitem pengetahuannya.
d. Ilmu gaib mulanya hanya untuk mengatasi pemecahan masalah hidup yang berada diluar kemampuan akal dan sistem pengetahuannya.
e. Karena penggunaan magic tidak selalu berhasil maka mulailah diyakini bahwa alam semesta dihuni oleh makhluk-makhluk halus yang lebih berkuasa daripada manusia.
f. Antara agama dan magic itu berbeda.
g. Magic memiliki 2 prinsip utama. Pertama magic simpatetis, kedua magic senggol.
5. Teori evolusi keluarga
a. Tahap promiskuitas
b. Lambat laun manusia sadar akan hubungan antara ibu dengan anaknya sebagai suatu kelompok keluarga inti dalam masyarakat.
c. Sistem patriarchate, dimana ayah menjadi kepala keluarga.
d. Perkawinan tidak selalu dari luar kelompok, tetapi dapat juga dari dalam kelompok yang sama.
6. Teori upacara sesaji
a. Disamping sistem keyakinan dan doktrin sisitem upacara pun merupakan suatu perwujudan dan religi yang memerlukan studi analisis khusus.
b. Upacara religi tersebut, biasnya dilaksanakan oleh banyak warga masyarakat dan memiliki fungsi sosial untuk mengintensifkan solidaritas masyarakat.
c. Pada prinsipnya, upacara sesaji, dimana manusia menyajikan sebagian dari seekor binatang, terutama darahnya kepada dewa, kemudian memakan sendiri sisa daging dan darahnya.
7 unsur budaya.
1. Sistem bahasa
2. Sistem peralatan hidup dan teknologi
3. Sistem ekonomi dan mata pencaharian hidup
4. Sistem kemasyarakatan dan organisasi sosial
5. Ilmu pengetahuan
6. Kesenian
7. Sistem kepercayaan atau agama
Aruh Ganal artinya Kenduri Besar (aruh = kenduri, ganal = besar). Jadi upacara ini dilaksanakan secara besar-besaran oleh seluruh warga kampung dan dihadiri undangan dari kampung lainnya. Dinamai aruh ganal karena ada juga tradisi aruh kecil yang disebut baatur dahar. Baatur dahar ini biasanya hanya dilakukan di lingkungan keluarga. Kemeriahan aruh ganal yang dilakukan tergantung keadaan ekonomi warga di kampung tersebut, sebagai ukurannya adalah hasil panen padi, kacang, dan tanaman pokok lainnya. Apabila hasil tanaman tersebut banyak dan bagus maka akan diadakanlah upacara aruh ganal, sebaliknya jika panen kurang berhasil maka cukup diadakan aruh kecil atau bahkan tidak diadakan sama sekali. Tujuan diadakannya aruh ganal ini sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia yang dilimpahkan oleh Yang Maha Kuasa, sekaligus memohon agar hasil tahun yang akan datang mendapat panen yang melimpah, dijauhkan dari mara bahaya dan mahluk perusak tanaman.
Pithecantropus Erectus Artinya: manusia kera yang berjalan tegak. Ditemukan oleh Eugene Dubois di Trinil pada tahun 1891. Fosil yang ditemukan berupa tulang rahang bagian atas tengkorak, geraham dan tulang kaki. Fosil ini ditemukan pada masa kala Pleistosen tengah.
§ Tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
§ Volume otak berkisar antara 750 – 1350 cc
§ Bentuk tubuh & anggota badan tegap, tetapi tidak setegap megantropus
§ Alat pengunyah dan alat tengkuk sangat kuat
§ Bentuk graham besar dengan rahang yang sangat kuat
§ Bentuk tonjolan kening tebal melintang di dahi dari sisi ke sisi
§ Bentuk hidung tebal
§ Bagian belakang kepala tampak menonjol menyerupai wanita berkonde
§ Muka menonjol ke depan, dahi miring ke belakang
Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme hidup. Bentuk fisiknya adalah urutan DNA yang menyandi suatu protein,polipeptida, atau seuntai RNA yang memiliki fungsi bagi organisme yang memilikinya.
DNA (bahasa Inggris: deoxyribonucleic acid), adalah sejenis asam nukleat yang tergolong biomolekul utama penyusunberat kering setiap organisme. Di dalam sel, DNA umumnya terletak di dalam inti sel.
Secara garis besar, peran DNA di dalam sebuah sel adalah sebagai materi genetik; artinya, DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Ini berlaku umum bagi setiap organisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar